Skip to main content

MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN - Hubungan Sekolah dengan Masyarakat


MAKALAH
HUBUNGAN SEKOLAH demgan MASYARAKAT
Di ajukan untuk memenuhi tugas terstruktur
Mata Kuliah: Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu: Dr. H. Ahmad Fauzi M.Pd









Disusun Oleh :
Kelompok 10
ISMAIL  (1608104065)
JAZIROTUL ZANAH (1608104068)
YUSUF MAULANA R. (16081040673)











JURUSAN TADRIS IPS-B/SMT-3
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
                                              2017



KATA PENGANTAR
            Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kami panjatkan puji syukur kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayahnya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Hubungan Sekolah dengan Masyarakat”.
            Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal namun tentu masih terdapat banyak kekurangan.Untuk itu kami menyampaikan harap maklum karena segala keterbatasan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala kritik dan saran dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca.



Cirebon, 15 September 2017















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR….………………………………………………………                I
DAFTAR ISI ................………………………………………………………..               II

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ……………………………………………………….               1
B.     Rumusan Masalaha …………………………………………………..               1
C.    Tujuan Penulisan …………………………………………………….                 1

BAB II PEMBAHASAN
            A.  Definisi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat? …………...............                  2
B.  Apa Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat? ………………..                 3
C.  Bagaimana Fungsi Sekolah terhadap Masyarakat? …………………..                 5

BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan …………………………………………………………...            8

DAFTAR PUSTAKA















BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengaruh sekolah terhadap masyarakat amat kuat. Sekolah berada ditengah-tengah masyarakat dan dapat dikatakan sebagai pisau bermata dua. Mata yang pertama adalah menjaga kelestarian nilai-nilai positif yang ada dalam masyarakat, agar pewarisan nilai-nilai masyarakat berlangsung dengan baik. Mata kedua adalah sebagai lembaga yang dapat mendorong perubahan nilai dan tradisi sesuai dengan kemajuan dan tuntutan kehidupan serta pembangunan. Kedua fungsi ini seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu fungsi yang controversial ini, diperlukan saling pemahaman antara sekolah dan masyrakat.
Nilai-nilai yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan tetap dijaga kelestariannya, sedang yang tidak sesuai harus diubah. Pelaksanaan fungsi sekolah ini, terlebih sekolah menengah yang berada di tengah-tengah masyarakat terpencil, menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk kemajuan mereka. Untuk dapat menjalankan fungsi ini hubungan sekolah masyarakat harus selalu baik. Dengan demikian, terdapat kerjasama serta situasi saling membantu antara sekolah dan masyarakat. Disamping itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Realisasi tanggung jawab itu tidak dapat dilaksanakan apabila hubungan sekolah dan masyrakat tidak terjalin sebaik-baiknya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Definisi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat?
2.      Apa Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat?
3.      Bagaimana Fungsi Sekolah Terhadap Masyarakat?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk Mengetahui Definisi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat;
2.      Untuk Mengetahui Hubungan Sekolah dengan Masyarakat;
3.      Untuk Mengetahui Fungsi Sekolah Terhadap Masyarakat;





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Secara sederhana “hubungan” atau “communication” dapat diartikan sebagai proses penyampaian berita dari seseorang kepada orang lain.[1] Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan jalinan interaksi yang diupayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah masyarakat untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat. Dan mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensukseskan program-program sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah tersebut bisa tetap eksis.
Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk meningkatkan pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta mendorong minat dan kerjasama untuk masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan sekolah. Kindred, balgin dan Gallagher (1976) mendefinisikan hubungan sekolah dengan masyarakat ini sebagai usaha kooperatif untuk menjaga dan mengembangkan saluran informasi dua arah yang efisien serta saling pengertian antara sekolah, personel sekolah dengan masyarakat.
Definisi tersebut diatas mengandung beberapa elemen penting, sebagai berikut:
1.      Adanya kepentingan yang sama antara sekolah dengan masyrakat. Masyarakat memerlukan sekolah untuk menjamin bahwa anak-anak sebagai generasi penerus akan dapat hidup lebih baik, demikian pula sekolah.
2.      Untuk memenuhi harapan masyarakat itu, masyarakat perlu berperan serta dalam pengembangan sekolah. Yang dimaksud peran serta sekolah adalah kepedulian masyarakat tentang hal-hal yang terjadi disekolah, serta tindakan membangun dalam perbaikan sekolah.
3.      Untuk meningkatkan peran serta itu diperlukan kerja sama yang baik, melalui komunikasi dua arah yang efisien.



B . Tujuan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai salah satu aktivitas yang mendapat kedudukan setara dengan kegiatan pengajaran, pengelolaan keuangan, pengelolaan kesiswaan dan sebagainya ( ingat subtansi kegitan management sekolah ) juga harus direncanakan, dikelola dan dievaluasi secra baik. Tanpa perencanaan dan pengelolaan serta evaluasi yang baik, tujuan yang hakiki dari kegitan hubungan sekolah dengan masyarakat tidak akan tercapai.
Menurut pendapat L. Hagman mempeljari tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut :
1.      Untuk memperoleh bantuan dari orang tua murid/masyrakat bantuan apa ? ingat bantuan ini bukan hanya sekedar uang! Untuk melaporkan perkembangan dan kemajuan, masalah dan prestasi-prestsi yang dapat dicapa sekolah. Kapan sebenarnya laporan ini perlu dilakukan oleh pihak sekolah ?
2.      Untuk memajukan program pendidikan.
3.      Untuk mengembangkan kebersamaan dan kerjasama yang erat, sehingga segalah permasalahan dan lain-lain dapat dilakukan secra besama dan dalam waktu yang tepat.
Dari sebagi urian diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan sekolah dengan masyarakat sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan :
1.      Kualitas pembelajaran, kualitas lulus sekolah dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor hanya akan dapat tercipta melalui proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Proses pembelajaran yang berkualitas akan dapat dicapai apabila didukung oleh berbagai pihak termasuk orang tua murid/ masyarakat.
2.      Kualitas hasil belajar siswa. Kulalitas belajar siswa akan tercapai apabila terjadi kebersamaan persepsi dan tindakan antar sekolah, masyarakat dan orang tua siswa. Kebersamaan ini terutama dalam membrikan arahan, bimbingan dan pengawasan pada anak/murid dalam belajar. Karena itu peningkatan kemtraan sekolah dengan orang tua murid dan masyarakat merupakan prasyarat yang tidak dapat ditinggalkan dalam konteks peningkatan mutu hasil belajar.
3.      Kualitas pertumbuhan dan perkembangan peserta didik serta kualitas masyrakat ( orang tua murid ) itu sendiri. Kualitas masyarakat akan dapat dibangun melalui proses pendidikan dan hasil pendidikan yang handal. Lulusan yang berkualitas merupakan modal utama dalam membangun kualitas masyarakat di masa depan.
Ini berarti segala program yang dilakukan dalam kegiatan hubungan sekolah dengan msyarkat harus mengacu pada peningkatan kualitas pembelajaran, kalitas hasil belajar dan kualitas pertumbuhan/kembangan peserta didik.apabila hal tersebut dapat kita lakukan, maka persepsi masyrakat tentang sekolah akan dapat dibangun secara optimal. [2]

Tujuan hubungan sekolah dengan masyrakat dapat ditinjau dari dua dimensi yaitu kepentingan sekolah da kebutuhan masyarakat. Ditinjau dari kepentingan sekolah,pengembangan penyelengaraan hubungan sekolah dan msyrakat bertujuan untuk :
1.      Memelihara kelangsungan hidup sekolah
2.      Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
3.      Memperlancar proses belajar mengajar.
Sedangkan jika ditinjau dari kebutuhan masyrakat itu sendiri, tujuan hubungannya dengan sekolah adalah untuk :
1.      Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang mental-spirutual.
2.      Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyrakat.
3.      Memajukan relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
4.      Memperoleh kembali anggota-anggota masyrakat yang makin meningkat kemampuannya.
Secara lebih konkret lagi, tujuan diselenggarakan hubungan sekolah dan masyarakat adalah :
1.      Mengenal pentingnya sekolah bagi masyrakat.
2.      Mendapatkan dukungan dan bantuan moral maupun financial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah.
3.      Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah.
4.      Memperkaya dn memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyrakat.
5.      Mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak.
Hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun dengan tujuan popularitas sekolah akan tinggi jika mampu menciptakan program-program sekolah yang bermutu dan releven dengan kebutuhan dan cita-cita bersama dan dari program tersebut mampu secara intelektual dan spiritiual. Dengan popularitas ini sekolah semakin eksis dan semakin maju.
Hubungan sekolah dengan msyarakat pada hakikatnya merupakan sarana yang sangat berperan dalam membia dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik sekolah (Mulyasa dalam Mujdaliyah,2011).
Hubungan kerjasama antara sekolah dan masyarakat itu mengandung arti yang lebih luas dan mencangkup beberapa bidang. Sudah barang tertentu bidang-bidang yang ada hubungannya dengan pendidikan anak-anak dan pendidikan masyrakat pada umumnya dapat digolongkan menjadi tiga jenis hubungan yaitu:

1.      Hubungan Educatif ialah hubungan kerjasama dalam hal mendidik murid, antar guru di sekolah dan orangtua di dalam keluarga.
2.      Hubungan Cultural ialah usaha kerjasama antara sekolah masyrakat yang memungkinkan adanya salimg membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada.[3]


C. Fungsi Sekolah Terhadap Masyarakat
a)      Fungsi Sekolah
Tak selalu jelas diketahui apa alasan yang sebenarnya maka orang tua mengizinkan anaknya ke sekolah. Mungkin alasannya bermacam-macam dan berbeda-beda secara individual, namun diduga ada kesamaannya di seluruh dunia, menurut pandangan masing-masing apa uang diharapkan dari sekolah
1.      Sekolah mempersiapkan anak untuk suatu pekerjaan
Anak yang telah menamatka sekolah diharapkan sanggup melakukan pekerjaan sebagai mata pecarian atau setidaknya mempunyai dasar untuk mencari nafkahnya. Maka tinggi pendidikan, makin besar harapannya memeroleh pekerjaan yang baik. Ijazah masih tetap dijadikan syarat penting untuk suatu jabatan,walupun ijazah itu sendiri belum menjamin kesiapan seorang untuk melakukan pekerjaan terentu. Akan tetapi dengan ijazah yang tinggi seorang dapat memahami dan menguasai pekerjaan kepemimpinan atau tugas lain memahami dan menguasai pekerjaan kepemimpinan atau tugas-tugas lain yang dipecayakan kepadanya. Memiliki ijazah perguruan tinggi merupakan bukti akan kesanggupan intelektualnya untuk meyelesaikan studinya yang tidak mungkin dicapai oleh orang yang rendah kemampuannya. Sekolah yang ditempuh seorang banyak menentukan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang.
2.      Sekolah memberikan keterampiln dasar.
Orang yang telah bersekolah setidak-tidaknya pandai membaca, menulis dan berhitung yang diperlukan dalam tiap masarakat modern. Selain itu diperoleh sejumlah pegetahuan lain seperti sejarah, geografi, kesehatan, kearganegaraan, fisiska, biologi, bahasa,dan lain-lain yang membekali anak untuk melanjutkan pelajarannya, atau memperluas pandangan dan pemahamannya tentang masalah-masaah dunia.
3.      Sekolah membuka kesempatan memperbaiki nasib.
Sekolah sering dipandang sebagai jalan bagi mobilitas sosial. Melalui pendidikan orang dari golongan rendah dapat meninggalkan kegolongan yang lebih tinggi. Orang tua mengharapakan agar anak=anaknya mempunyai nasib yang lebuh baik dan karena itu berusaha untuk menyekolahkan anaknya jika mungkin sampai memperoleh gelar dari suaru perguruan tinggi, walaupun sering dengan pengorbanan yang besar mengenai pembiayaannya.
4.      Sekolah menyediakan tenaga pembangunan
Bagi negara-negara berkembang, pendidikan dipandang sebagai alat yang paling ampuh untuk menyiapakan tenaga yang terampil dan ahli dalam segalah sektor pembangunan. Kekayaan alam hanya mengandung arti bila didukung oleh keahlian. Maka kaerana itu manusia merupakan symber bagi pembangunan negara.
5.      Sekolah membantu memecahkan masalah-masalah sosial.
Masalah-masalah soaila diharapkan dapat diatasi dengan mendidik genersi muda untuk mengelakan atau mencegah penyakit-penyakit sosial seperti kejahatan, pertumbuhan penduduk yang melewati batas, pengrusakan lingkungan, kecelakaan lalu lintas, narkotika, dan sebagainya.
6.      Sekolah mentransmisi kebudayaan
Demi kelangsungan hidup bangsa dan negara, kepada generasi muda disampaikan nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang dan dengan demikian meresapkan rada kesatuan dan persatuan bangsa.


7.      Sekolah mebentuk manusia yang sosial.
Pendidikan diharapkan membentuk manusia sosial, yang dapat bergaul dengan sesama manusia sekalipun berbeda agama, suku bangsa, pendirian, dan sebagainya. Ia juga harus dapat menyesuaikan diri dalam situasi sosial yang berbeda-beda.
8.      Sekola merupakan alat mentransformasi kebudayaan.
Sekolah, terutama perguruan tinggi diharapkan menambah pengetahuan dengan mengadakan penemuan-penemuan baru yang dapat membawa perubahan dalam masyrakat. Perkembangan ilmu pengtahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang besar di dunia ini. Ada tokoh pendidikan yang beranggapan bahwa sekolah dapat digunakan untuk merekontruksi masyarakat bahkan dapat mengontrol perubahan-perubahan itu dengan cara ”social engineering”.
9.      Fungsi-fungsisekolah lainnya
Sekolah dapat pula dipandang sebagai tempat menitipkan anak, khususnya anak-anak pra-sekolah. Juga perguruan tinggi dapat dipandang sebagai tempat penitipan pemuda di mana mereka lebih baik diawasi dari pada di luar sekolah, sambil menunggu waktunya mereka mendapat pekerjaan. Bagi mahasiswa sekolah juga merupakan kesempatan mendapatkan jodoh.[4]

Fungsi pokok hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menarik simpati masyarakat umumnya serta publik khususnya. Sehingga dapat meningkatkan relasi serta animo pada sekolah tersebut. Hal ini akan membantu sekolah mensukseskan program-programnya. Sehungga mampu mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat diantaranya sebagai berikut:
1.      Mengatur hubungan sekolah dengan orangtua.
2.      Memelihara hubungan baik dengan komite sekolah
3.      Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta dan organisasi nasional
4.      Memberi pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam teknik komunkasi (majalah, surat kabar dan mendatangkan sumber).[5]

b)     Fungsi Sekolah Terhadap Masyarakat

a.   sekolah sebagai lembaga pembaharu ( agent of change ), yang mengintrodaksi perubahan pengetahuan, cara berfikir, pola hidup, kebiasaan dan tata cara pergaulan, dan sebagainya.
b. sekolah sebagai lembaga seleksi ( selecting agancy ) yang memilih / membeda-bedakan anggot masyarakat menurut kemampuan dan potensinya dalam memberikan pembinaan sesuai dengan kemampuan itu, agar setiap individu/anggota masyarakat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan potensinya semaksimal mungkin.
c. sekolah sebagai lembaga meningkatkan taraf sosial warga negara dan dengan demikian mengurangi/menghilangkan perbedaan “kelas” dalam masyrakat.
d. sekolah sebagai lembaga asimilasi ( assimilating agancy ) yang berusaha mengurangi/menghilangkan perbedaan-perbedaan atas tradisi, adat dan kebudayaan, sehungga terdapat usaha penyuesuaian diri dari besar dalam pesatuan dan kesatuan bangsa.
e. sekolah sebagai lembaga pemeliharaan kelestarian (agen of preservation), yang memelihara dan meneruskan sifat-sifat budaya yang patut dipelihara dan diteruskan.
c)      Fungsi Masyarakat Dalam Pendidikan di Sekolah
a. sumber (suplier) yang menyedikan peserta didik, guru, sarana dan prasarana penyelenggaraan sekolah.
b. konsumen hasil pendidikan sekolah, yang menerima kembali dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi lulusan sekolah itu.
c. peserta dalam proses pendidikan di sekolah, yang terus menerus mengikuti dan turut memepengaruhi proses pendidikan di sekolah. [6]
                                                                                             
















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan

Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat. Pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai salah satu aktivitas yang mendapat sebuah kedudukan. Tanpa perencanaan dan pengelolaan serta evaluasi yang baik, tujuan yang hakiki dari kegitan hubungan sekolah dengan masyarakat tidak akan tercapai. Fungsi sekolah terhadap masyarakat di antaranya, sekolah sebagai lembaga pembaharu, sekolah sebagai lembaga meningkatkan taraf sosial, sekolah sebagai lembaga pemeliharaan kelestarian.


















Daftar Pustaka

H. M. Daryanto. 2005. Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Fauzi, Ahmad. 2017. Manajmen Pendidikan Islam. Yogyakarta: K-Media.
S. Nasution. 2011. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
http://edukasimandiri. Blogspot.com.2016




[1] Drs. H.M. Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005), hlm.69
[2]Ahmad Fauzi,manajmen pendidikan islam,(yogyakarta:K-Media,2017),hlm 231-234
[3] http://titasuminar2013.wordpress.com
[4]S. Nasution,sosiologi pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara,2011,hlm 14-17
[5]http://edukasimandiri. Blogspot.com.2016
[6]http://diyan putri utami .blogspot.co.id

Comments